13 June 2016

Rempong nya jadi TKI (PART : Legalisir dokumen GAMCA)

Haiiii.. udah lama banget gak nulis blog nih. Ada kali satu tahun-an. Hahaha.. so sorry kalo pertanyaan-pertanyaan di blog telat banget balesnya. Untuk fast respons kalian bisa menghubungi gw lewat twitter lho di @elsyagita.


Okayyy.. sekarang gw mau menulis tentang proses legalisir dokumen GAMCA. Nah karena ini kejadian nya sekitar 3 tahun yang lalu, maaf yaaa kalo ada peraturan yang sudah berubah.

Setelah hasil medical check up di klinik yang ditunjuk oleh GAMCA keluar, langkah terakhir yang perlu kita lakukan adalah legalisir dokumen tersebut di kedutaan besar UEA. Hari itu kita sampai di kedutaan sekitar jam 9 pagi. Tanpa persiapan apa-apa, karena kita berdua pun nggak tau apa yang mesti dipersiapkan. Dengan pede nya kita bawa dokumen medical ke kasir untuk di legalisir. Ternyata nggak bisa booookkk. 

Kita harus menyiapkan beberapa dokumen tambahan untuk legalisir, plus membuat surat kuasa pengajuan legalisir dokumen medical check up. Jadilah hari itu kita muter-muter di mall ambassador untuk nyari warnet. Sialnya hari itu satu-satunya warnet di dalam mall nggak buka. Akhirnya kita hanya sempat nukar dollar di money changer, setelah itu nyari tukang ojek mangkal untuk nganterin kita ke warnet terdekat. Sekitar 10-15 menit dari mall ternyata banyak banget lho warnet yang buka, duh nyesel banget lah pokoknya muter-muter sejam di mall buat nyari warnet.

Di warnet, gw bantuin dewi ngetik surat kuasa, sementara dewi nge print dokumen-dokumen yang diperlukan. Untungnya semua dokumen sudah ada di flashdisc dan memang kita bawa untuk jaga-jaga.
Surat kuasa harus diketik dalam bahasa Inggris. Kira-kira isi surat kuasa nya seperti ini:

Director of Consular Embassy of The United Arab Emirates
Jakarta

To Whom It May Concern:
I am writing to apply for a letter of legalization to my medical check up document from GAMCA.
Below is my personal data:

Name               : (nama depan dan nama belakang sesuai paspor)
Pasport No      : ( nomer paspor)

Please find the required documents attached to this letter. I hereby certify that the information provided above is true and correct in all details. I am fully liable for the authenticity of the documents required.

                                                                                                            Jakarta, 3rd April 2013



                                                                                                            Nama Lengkap

Surat kuasa Dewi isinya pendek aja, nggak panjang-panjang banget, yang penting jelas point nya mengajukan permohonan legalisir dokumen gamca.

Jam 11:15 semua dokumen sudah selesai. Batas akhir penerimaan dokumen hari itu pukul 11:30 siang. Cobaan tidak berhenti sampai disitu karena di sekitar warnet ternyata nggak ada ojek mangkal. Waktu itu belum ada aplikasi ojek online kayak sekarang. Beruntung mas warnet dan temennya baik banget mau ngasih tumpangan sampai ke depan mall ambassador. Baik banget deh mas nya, bahkan waktu itu kita nawarin uang rokok, mas nya menolak.

Tepat pukul 11:30 kita sampai di embassy, dan KITA NGGAK BISA MASUK. Sumpah rasanya waktu itu capek, putus asa, kesel, mengkel, semuanya jadi satu. Kita berdua gedor-gedor gerbang embassy kayak orang gila, sampe pak satpam menenangkan dan menyarankan kita untuk datang lagi besok.

Saat itu kita berdua bener-bener stress banget sama yang namanya ngurus dokumen ke kedutaan ini. Bayangin aja kita udah berangkat subuh, macet, dan sebenernya nggak telat sampe kedutaan tapi karena dokumen nggak siap, kita harus muter-muter mall ambassador nyari warnet yang buka, dilempar kesana-kesini di mall ambassador dan tetep nggak ketemu warnet. 

Rasanya segala usaha dan semua tenaga udah dikeluarkan dan hasilnya tetap kita harus balik lagi besok, sementara pihak hotel dubai udah nge push untuk cepat kirim dokumen supaya visa cepat keluar. Kita berdua sampe nangis karena kesel. Nggak yang meraung-raung gitu sih, tapi netesin air mata aja. Kita berdua sepakat kalau kita bakal inget hari ini sampai kapanpun, saat kita susah nanti pengalaman ini mudah-mudahan membuat kita semakin kuat, dan saat kita senang mudah-mudahan kita nggak pernah lupa. Keesokan harinya, kami mengurus dokumen dengan lancar tanpa hambatan. Waktu itu, dokumen hasil legalisir dapat jadi dalam satu hari, namun dokumen baru dapat diambil pukul 3 sore. 


Nah, buat temen-temen yang lagi berjuang dan pusing menyelesaikan dokumen, sabar yaaah. Mudah-mudahan diberi kesabaran dan kekuatan J
Salam manis,

elsya


Dokumen yang diperlukan untuk legalisir medical check up GAMCA
-          - Surat kuasa
-          - Foto kopi KTP
-          - Perangko 6000
-          - Foto kopi paspor
-          - Kontrak kerja ( Jika kontrak kerja dikirim melalui email, di print saja email nya)
-          - Hasil medical check up dari GAMCA
-          - Biaya : USD 60 (waktu itu kita harus bayar dalam bentuk dollar, tapi terakhir gw buka website embassy ditulis semua pembayaran harus menggunakan kartu debit Mandiri.)

    Informasi lain-lain tentang legalisir dokumen UAE  KLIK disini 

    Note: sepertinya banyak kebijakan yang berubah dari 3 tahun lalu, berdasarkan info dari website, sekarang pengurusan legalisir dan visa sudah di gedung Menara Sunlife, Kuningan.


Alamat penting:
Embassy of The United Arab Emirates in Jakarta, Indonesia
Jl. Prof. Dr. Satrio Blok C4 Kav 16-17 Kuningan Timur, Jakarta 12950
Tel: +62215206518, +62215206528, +62215206538
Fax: +62215206529
Email: jakarta@mofa.gov.ae
  
Consular Office of The United Arab Emirates in Jakarta, Indonesia (Visa & Legalization)
Gedung Menara Sunlife, Podium Arcade Floor, Blok 6.3, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
Tel: +622125985500
Fax: +622157940086/87
Email: consoffice.jakarta@mofa.gov.ae

Working Hours:
Monday to Friday from 09:00 to 15:30





27 July 2015

Haru di Kalibiru, Yogyakarta

Awalnya Kalibiru nggak termasuk di list kunjungan gw dan Dewi, Bahkan kita belum punya list khusus ke mana kita akan pergi beberapa jam sebelum kita berangkat ke Jogja. Garis besarnya kita Cuma mau beach hopping di daerah Gunung Kidul, City Tour di Jogja dan main ke merapi. Rencana ke Kalibiru kita dapat karena ngeliat foto Kalibiru yang bertebaran di google image saat kita dalam perjalanan ke Bandara. Walaupun kita nggak tau sama sekali  dimana letak Kalibiru, gimana medan jalannya dan gimana caranya untuk bisa sampai ke sana, Tekad kita berdua sangat bulat “Pokoknya kita harus sampe kesana!”

Di penginapan, sebelum tidur gw mulai googling jalur ke kalibiru dan menyiapkan transportasi. Beberapa artikel google menulis medan jalan ke kalibiru sangat berat, dan rata-rata perjalanan dilakukan berkelompok alias nggak ada cewek yang nekad pergi berdua. Semakin banyak baca semakin bikin gw gelisah. Ditambah lagi, temen gw yang asli Jogja menyarankan kita untuk nggak kesana kalo cuma berdua karena jalurnya rawan longsor kalo musim hujan! Setelah berdiskusi panjang dengan Dewi akhirnya kita sepakat kalo di tengah jalan medannya semakin sulit, kita pulang aja. Hahahahahaa

Jam 10 pagi setelah sarapan, kita berangkat dari penginapan di malioboro naik mobil sewaan. Dewi yang nyetir, gw yang jadi penunjuk jalan, dibantu sama embak-embak Waze. Info dari waze perjalanan dari Malioboro ke Kalibiru via Wates/Purworejo dapat ditempuh selama 1,5 jam.
Muka sebelum diseksa sama jalanan

Jalur wates/purworejo terbilang mulus, jalanannya sepi. Sesekali mobil kita papasan dengan truk besar. Mendekati waduk sermo, mobil kita masuk kawasan hutan (gw nggak tau ini nyasar apa bukan) yang jalanannya sempit dan rusak. Perasaan kita berdua mulai nggak karuan karena cuma ada mobil kita yang melintas. 10 menit berkendara kita ketemu mobil sedan putih plat Jogja. Dengan semangat45 gw nyapa si mas dan ceweknya yg lagi berhenti dan kelihatannya bingung milih persimpangan jalan.

“Mas, mau ke Kalibiru ya?” sapa gw dengan muka ramah

“Enggak Mbak. Saya mau ke Sermo”

JEDER.TERNYATA KITA GAK SATU TUJUAN.


Mobil kita berpisah di persimpangan jalan. Kira-kira 10 menit setelah hutan, Mobil memasuki kawasan Waduk sermo dan jalanan kembali mulus. 

Arah waduk Sermo. Perhatikan tikungan nya!

Akhirnya dapet aspal. Sebelah kiri Waduk Sermo
Nggak jauh jalan dari Waduk Sermo, kita dibawa masuk ke dalam hutan lagi. 
Sebelum masuk Hutan
Kali ini medan jalannya lebih parah. Jalan yang kita lewati hanya bisa dilintasi dua mobil secara bergantian dengan bagian kiri jurang dan sebelah kanan bukit kapur. There’s no way turning back. Sesekali kita lewat tanjakan curam yang berbelok tajam, dan turunan yang rasanya kalo lewat sana kayak naik roller coaster. Saat itu kita cuma bisa berdoa minta cuaca cerah dan dikasih keselamatan sampai tujuan. 

Thank God kita sampai di tujuan saat kita mulai putus harapan. Wisata Kalibiru  dikelola secara swadaya dan swakarya oleh masyarakat setempat. Dari area parkir mobil, kita masih harus jalan kaki melewati tanjakan curam untuk bisa sampai ke sana. Yang nggak kuat nanjak, bisa pakai jasa ojek dengan tarif 5000 rupiah.

Tiket masuk wisata alam kali biru terbilang murah, 5000 rupiah saja. Dengan uang segitu, kita sudah bisa duduk di batu besar menikmati angin sepoi-sepoi sambil menatap waduk sermo  dengan warna hijau turquoise-nya yang tenang dikelilingi barisan bukit dan pegunungan. Bahagia itu sederhana dan murah ya ? :p 
Dewi lagi amaze sama pemandangannya

Kalo menikmati pemandangan aja nggak terasa ‘nendang’, pacu adrenalin lo dengan ikutan flying fox yang talinya cuma disambung dari satu pohon ke pohon yang lain. Spot favorit anak-anak muda di sini sih rumah pohon yang fotonya sering kita liat di media social itu. Untuk dapat foto disana, harus siap kesabaran ekstra karena peminatnya banyak dan satu orang dapat jatah 5 menit buat foto-foto diatas. Saat kita ke sana banyak banget anak muda yang ngantri untuk foto. Beberapa diantara mereka datang ke sana khusus untuk foto di rumah pohon lalu langsung pulang.

Rumah Pohon Spot foto favorit

Gw dan dewi menghabiskan waktu satu jam lebih di sana ngobrol-ngobrol di atas batu sambil ngeliat pemandangan. Sesekali kita ngobrol sama pengunjung disana dan sharing perjalanan kita selama di Jogja. Mereka pastinya kaget pas tau kita naik kesini Cuma berdua dan bawa mobil sendiri.

Iya. Kita berdua juga nggak nyangka kita bisa sampe ke sini. Kita berdua yang cewek kota banget, jarang melakukan hal yang nyerempet bahaya dan yang dalam keadaan waras pasti lebih milih pake driver untuk perjalanan seperti ini, but we made it. Kita berhasil sampai disini dengan bangga dan haru. Ada quotes bahasa inggris yang bunyinya “Its not about the destination, but the journey” Tapi buat kita berdua kali ini quotesnya beda 

“Destination and the journey its all that matter”

Wisata Kalibiru

Tiket Masuk: Rp 5.000 (Termasuk asuransi/santunan kecelakaan)
Flying Fox : Rp 25.000
Ojek : Rp 5.000
Foto di rumah pohon : Rp 10.000

Rute dari ring road utara: 
Ring Road Utara – Jalan Wates/Purworejo – Terminal Wates ke kanan – Pertigaan pertama setelah mini market WS ke kiri – Setelah palang kereta api ke kiri – Ikuti jalur beraspal – Pertigaan belok kiri (Penunjuk arah ke Waduk Sremo) – Pertigaan tugu kecil ke kanan (bukan ke kiri kearah waduk Sremo) – Setelah jembatan belok kiri turunan (Penunjuk arah warna biru tidak terlalu besar ke Kalibiru) – ikuti penunjuk arah ke Kalibiru di  jalur aspal kecil tersebut  - Kalibiru

Aplikasi waze dengan kata kunci : "Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru"

Tips: Cek kondisi kendaraan sebelum berangkat


16 March 2015

Segalanya tentang Indonesia menurut turis Belgia

Hai kenalin namaku Kevin. Aku suka malu kalo difoto sendiri. 

Mas Bule yang fotonya kamu liat di atas namanya Kevin. Gw kenal sama dia karena kita tour sunrise bareng di Setumbu dan Borobudur. Kevin udah 3 minggu keliling Indonesia. Backpacking trip nya di Indonesia dimulai dari Nusa Tenggara dan berakhir di Yogyakarta.Selama 3 minggu lebih menjelajah Indonesia, inilah kesan Kevin tentang Indonesia (Negara yang paling disukai dari seluruh negara di Asia Tenggara yang pernah dia kunjungi)

Alam Indonesia keren banget

Itu komentar Kevin pas gw tanya kenapa Indonesia jadi negara fovoritnya dari semua negara yang pernah dia kunjungi. Dengan semangat 45 Kevin cerita tentang pengalamannya ketemu ikan pari besar pas diving di Wakatobi, pemandangan alam yang keren di Flores dan pengalaman menegangkan melihat komodo dari dekat di pulau Komodo.

Rasanya bangga deh jadi orang Indonesia Indonesia.
                                                                                  
Orang Indonesia ramah dan murah senyum

Kevin cerita, dimana pun dia berjalan dia pasti dapet senyum dan sapa dari orang Indonesia. Dibandingkan dengan Perancis misalnya, Kalo papasan sama orang lain di jalan boro-boro saling sapa, dikasih senyum aja udah sukur. Nah supaya cewe-cewe Indonesia makin ramah, gw ngajarin kevin untuk menambah kata "cantik" di akhir kalimat setiap dia nyapa cewe Indonesia. Tapi sayangnya, dia nggak berani praktekin, katanya takut disangka ngajak mesum sama cewe. hahahahaha

Cuma di Indonesia, Kevin merasa tiba-tiba jadi artis

Bukan Cuma senyum dan sapa doang yang Kevin dapat selama jalan ke tempat wisata di Indonesia. Di sini, dia juga merasa tiba-tiba jadi artis. Gimana bisa? Karena setiap dia ke tempat wisata pasti banyak banget yang minta foto bareng. Awalnya gw nggak percaya. Ngapain juga orang ngajak dia foto bareng? Emang sih menurut gw dia mirip sama Mark Zuckerberg tapi yaaa masa segitunya.

Akhirnya kemudian gw percaya, saat gw lagi duduk-duduk ngobrol di puncak Borobudur bareng Kevin dan sekumpulan turis Rusia, suasana pagi yang tenang tiba-tiba gaduh karena segerombolan anak sekolah dateng nyamperin Kevin dan turis rusia lalu minta foto bareng. Gerombolan satu selesai, gerombolan yang lain datang. Begitu terus sampe turis Rusia mulai gerah dan ngajak pindah.

Yang paling ngenes adalah saat Kevin dan turis Rusia diajak foto bareng ibu guru dan murid study tour nya. Karena diantara gerombolan turis cuma gw sendiri yang punya muka alhamdulillah ayu ala Indonesia, rombongan Bu Guru dan Muridnya secara tegas menolak mengajak gw di foto mereka, padahal turis Rusia udah protes “What about her? She is our friends too.” “No. No.” kata ibu-ibu pake topi pantai lebar warna putih.

Sumpah aku sedih banget.. belum pernah merasa sesedih ini karena nggak diajak foto bareng..

Makanan di Indonesia enak dan murah

Ternyata selama 3 minggu lebih mengembara di Indonesia Kevin termasuk bule yang paling banyak dan paling berani nyoba makanan khas Indonesia. Beberapa bule backpacker lain paling banter nyobain nasi goreng jalanan doang udah kepedesan. Nah, Kevin walaupun takut makan pedes, punya prinsip hajar bleh dalam memilih makanan. “Selama ada di Indonesia apa salahnya dicoba?”begitu katanya. Beberapa street food Indonesia favorit kevin adalah :Gado-gado, sate ayam, mie ayam, sate padang, martabak, kerang rebus,rambutan, gudeg, indomi goreng, dan nasi goreng. Makanan paling murah yang pernah dia beli seumur hidupnya adalah nasi kucing nya Jogja. Sementara minuman paling enak yang dia pernah coba di Indonesia adalah Teh botol sosro. :))

Orang Indonesia hobi foto

Pertama kali ngeliat anak abegeh Indonesia bawa stik warna-warni ke tempat wisata, Kevin sungguh takjub (halah lebay deh kev). “wah keren banget abege Indonesia kemana-mana bawa pancingan” bathin Kevin dalam hati. Ternyata oh ternyata.. tongkat yang Kevin duga sebagai pancingan adalah alat bantu foto yang sering dia lihat di ebay.
Menurut Kevin budaya berpergian ABG Indonesia berbeda banget dengan dia yang ABG dari Belgia. Begitu sampai di tempat wisata, ABG Indonesia selalu terlihat sibuk dengan selfie stick nya,setelah foto-foto mereka kemudian pergi. Sedangkan ABG Belgia, hal yang pertama dilakukan begitu sampai di tempat wisata adalah menikmati atmosfir tempat wisata, baru kemudian berfoto. ABG Belgia juga nggak suka selfie. Sukanya ngambil foto pemandangan sekitar.

Cuaca di Indonesia menyenangkan
“Everyday feels like summer here!” Kevin sangat suka cuaca di Indonesia. Walaupun kelembaban nya tinggi, Kevin merasa cuaca di Indonesia lebih menyenangkan daripada di Belgia.

Orang Indonesia gila tekhnologi
Di tempat makan, di tempat wisata, di jalan, menurut Kevin orang Indonesia selalu terlihat sibuk dengan gadget. Kevin amaze banget pas tau rata-rata orang Indonesia punya dua buah handphone keluaran terbaru sedangkan dia masih pake handphone android jadul, lebih kaget lagi pas ngeliat orang Indonesia nenteng powerbank kemana-mana.

Bahasa Inggris orang Indonesia bagus
Menurut Kevin, dibandingkan dengan orang Thailand atau Vietnam, orang Indonesia termasuk jago bahasa Inggris. Dan pengucapan bahasa Inggris kita termasuk jelas dan mudah dimengerti menurut mereka.

Orang Indonesia punya banyak Social Media
Kalo kenalan sama orang Indonesia, dia selalu ditanyain punya path, nggak? Punya twitter nggak? Punya instagram? Follow dong.. Dan Kevin Cuma punya satu social media. Facebook.

Takut Kena DBD     
Di perjalanan pulang, dengan muka serius, Kevin nanya sama gw “Elsya, mungkin nggak sih gue kena dengue disini?” Jelas gw bingung jawabnya. Mau bilang nggak mungkin takut mendahului Tuhan, mau bilang mungkin, kok lucu ngebayangin bule masuk RS gara-gara demam berdarah. Ternyata sebelum ke sini, atas saran dokter, kevin udah suntik anti demam berdarah dulu supaya nggak ketularan. Nah, saat pulang dari Borobudur dia curhat udah beberapa hari ini dia batuk pilek , dan dia takut batuk pilek itu gejala demam berdarah. :))

05 January 2015

A lion fight

The contest is a lion fight.
Chin up, put your shoulders back, walk proud, strut a little.
Don't lick your wounds, celebrate them.
The scars you bear are the signs of a competitor.
You were in a lion fight.
Just because you didn't win doesn't mean you don't know how to roar.

-Grey's anatomy-

31 December 2014

My 2014

Since 2015 start in a few hours, i decided to make list of things happened to me in 2014
Learnt everything about fondant.
Made a fondant barbie cake for my niece's birthday.
Been to a tv quiz
Recieved my first fondant cake order.
Missed several wedding invitation.
Cried over a cookie.
Gone to my bestfriends wedding.
Had a haircut.
Read a good travelling book.
Have a new lovely family member.
Cried over a baking fails
Had a massive fight with mr Big
Finished my thesis
Received flowers from Big
Spent too much money on unnecessary things.
Recieved terarrium as a birthday gift.
Downloaded baking videos.
Read an entire book in one day.
Received a good pastry book as a present.
Had an anxiety attack
Move my all baking tools to my new kitchen
Cried over a movie.
Bought a new oven.
Bought a new fridge
Redesign my old kitchen.
Had too much panic attack.
Spent hours browsing the internet.
Been a drama queen.
Graduated from a cooking school.
Taught several person about fondant.
Recieved cookies order at eid and bake like i was in hell.
Lost motivation to bake
Quit my job
Got back a job
Alhamdulillah. i do love you 2014.  :) promise i will be better and better aand better. Amin

27 November 2014

27 November 2014.

Today is the day my life begins.
Today i become a citizen of the world.
Today i become a grown up cook.
Today i am someone new.
Today i become accountable to someone other than myself and my parents, Accountable for more than my grades.
To day i become accountable to the world,to the future,to all the possibilities life has to offer.
Starting today,my job is to show up,wide eyed and willing and ready.
For anything.
For everything.
To take on life.
To take on love.
To take on the responsibility and possibility.
Today my friends, our live begins.
And i for one, Cant wait..

-alhamdulillah. Elsya Sagita, A.Pr.Par., S.I.Kom.-

20 November 2014

Kirim Paket ke Dubai :Review Respatindo Cargo PART II

Satu hari setelah paket gw percayakan ke Respatindo, mas Ade kirim nomor resi yang bisa di cek lewat website DHL resmi. Wihhh seneng... beneran nih akhirnya paket dikirim? Nggak percaya.
Gw langsung ngecek ke website DHL, tapi disana ditulis, resi tidak ditemukan. Okay, mungkin paket baru dikirim ke DHL, besok mudah-mudahan udah bisa di track.

Esok harinya, gw coba buka website dhl tracking lagi, dan ternyata bener paket Dewi sudah sampe di Singapur. Yipiiii...Buru-buru gw mengabarkan dewi dan minta dia nyimpen nomer tracking, supaya paket bisa dipantau.
Status pengiriman

Tiga hari setelah paket dikirim, sesuai dengan yang dijanjikan Respatindo, paket sampai di Dubai dan diantarkan langsung ke alamat Dewi. Tapi sayang banget, berhubung saat paket diantarkan Dewi lagi nggak di apartemen, jadi paket dibawa lagi sama pihak DHL. Yaaahhh kecewa deh..
status pengiriman

Pihak Respatindo pun informatif banget, mereka juga mengabarkan bahwa paket sudah sampai di Dubai. Setelah Dewi menghubungi DHL, ternyata paket nggak bisa di drop gitu aja dan dititipkan kayak JNE gitu, untuk alasan keamanan dan ada tax masuk yang harus dibayar. Ini gw udah kasih tau Dewi beberapa minggu sebelumnya kalo dia harus siapin spare money untuk bayar tax import. Walaupun Dubai katanya bebas pajak, gw nggak ngerti juga kenapa kiriman paket kayak gini tetep harus bayar bea masuk.
Dewi ngasih tau pihak DHL untuk nganterin paket 6 hari lagi, karena Cuma hari itu dia dapet day off dari tempat kerja.

6 hari nunggu dengan sabar, akhirnya paket diantarkan, dibayar dan bisa dibuka. Ternyata pake di bungkus lagi dengan rapi oleh pihak DHL.
Penampakan paket yang sudah dibungkus rapi

Komentarnya dewi Cuma satu : “Ini paketnya susah banget dibukanya babe..” Hahahahaha..

Setelah bersusah-payah buka selotip paket pake pisau, akhirnya paket berhasil dibuka dan diperiksa lagi satu-per satu. Semua dalam keadaan utuh, aman dan nggak rusak. Alhamdulillah..

Seneng lah pokoknya misi mengirim paket berhasil. Makasih ya Respatindo. Mudah-mudahan review ini berguna buat kemajuan bisnis cargo nya. Pastinya kalo mau ngirim barang ke luar negeri lagi gw bakal pake jasa Respatindo. 

Alamat : Jalan Duren Tiga Raya No 49, Pancoran, DKI Jakarta 12760, Indonesia
Ph (office) : 021 7996594/ 085697602655



Kirim Paket Ke Luar Negeri : Review Respatindo

Bulan lalu Dewi minta tolong gw untuk kirimin laptop nya ke Dubai, lalu gw sanggupi. Pikir gw, Sekarang kan bisnis jasa ekspedisi sudah menjamur, pasti gampang lah kalo mau ngirim laptop doang mah.. Pake UPS, DHL atau FEDex dijamin sampai dengan selamat. Beberapa hari kemudian,  Dewi minta sekalian dikirimin baju, tas laptop, tongsis, gelang dan CD lagunya. Oke, Laptopnya sendiri beratnya 2,5 kilo, ditambah tas laptop, baju, tongsis *oh come on girl?tongsis??? dan CD lagu paling nambah sekitar 2 atau 4 kilo lagi setelah dipacking.

Keesokan paginya, gw mulai packing barang yang mau di kirim. Pertama, gw bikin notes dulu whats inside the package,biar kalo paket udah sampe sana, ketauan isinya lengkap atau nggak.Notes ini gw foto sebagai catatan gw, dan gw kirimkan ke Dewi lewat bbm.

List isi paket

Lalu gw cari wadah untuk packing barang yang mau dikirim. Gw nggak mau pake packing kayu karena berat kayu pasti bakal nambah beban pengiriman. Gw pake keranjang yang biasa dipakai untuk packing buah kelengkeng kiloan.


 
Contoh keranjang yang gw pake untuk packing

Baju dan dress gw taro di bagian paling dasar untuk meminimalisir guncangan. Kemudian laptop gw taro di tengah. Laptop sengaja dimasukin sama box laptop nya biar kalo nanti paket dibanting-banting, laptop akan tetap aman. Diatas laptop,ada tas laptop yang di dalemnya udah gw masukin CD lagu, gelang,tongsis  dan buku.Lapisan paling atas, gw kasih baju lagi,untuk jaga-jaga kalo aja paket ini ditiban sama paket yang lebih berat. Kemudian, paket
gw tutup dengan keranjang buah lain,jadi fungsi keranjang buah ini bener-bener untuk melindungi bagian atas, bawah, dan samping kanan kiri paket.Semua bagian  keranjang diiket pake tali rafia, lalu diselotip supaya makin kokoh, dan dilapisin pake plastik item supaya isi paketnya gak keliatan.


Kiri: Contoh paket sebelum di ikat dan diselotip(bukan gambar sebenarnya)
Kanan: Foto paket setelah diselotip dan diplastik


Paket udah selesai di packing, maka langkah selanjutnya adalah menimbang berat keseluruhan paket. Paket Dewi gw timbang pake timbangan manusia, dan lalu terkejutlah gw. Berat paket Dewi mencapai dua belas kilo! Dua belas kilo itu kalo dikirim pake Fedex biayanya 6 juta lebih broh! Itu sama aja dengan beli laptop baru disana! Saat gw kabari, Dewi nggak kalah shiok nya. Dewi  nggak nyangka soalnya dia cuma nyediain budget 3 juta doang buat pengiriman. Mau nggak mau paket harus dibongkar lagi.

“Kirim yang penting-penting aja deh babe” kata dewi

Gilak males banget buka paket yang udah ngabisin setengah rol selotip gitu. Tapi daripada ngabisin duit ngirim barang nggak penting, kasian juga sih sama Dewi. Akhirnya gw pun coba cari alternatif lain, kirim pake jasa cargo dalam negeri.Thank Google karena gw ketemu lumayan banyak list cargo dalam negeri di sana. Yang pasti gw nggak mau pake cargo abal-abal, karena ini paket elektronik yang harganya lumayan. Dan gw mau paket sampe dengan selamat, aman, kalo bisa cepet *gak butuh waktu berminggu-minggu naik kapal. 

Pencarian akhirnya menghasilkan beberapa pilihan jasa pengiriman. Respatindo salah satunya.Gw liat iklan Respatindo di fjb Kaskus sih. Di kaskus, testimoni mereka bisa dihitung pake jari. Kayaknya kalo testinya masih sedikit gitu, gw kurang yakin. Maka bergerilya lah gw cari-cari tau tentang respatindo, hasilnya, nggak ada review jelek tentang Respatindo, tapi testimoni pengiriman dalam bentuk tulisan ya cuma ada di kaskus doang.Buka website resmi respatindo juga nggak ada tulisan testimoni nya. 

Berbekal contact person dari kaskus, maka gw nekat menghubungi Respatindo untuk nanya biaya dan proses pengiriman. Ternyata respatindo sendiri pun bekerjasama dengan DHL, well, gw nggak tau gimana bentuk kerjasama mereka, tapi yang jelas, harga kirim paket ke luar negeri lewat Respatindo lebih murah daripada kirim paket perorangan lewat DHL. Bayangin aja, biaya kirim paket lewat DHL atau cargo internesyenel lain seberat 12 kilo itu bisa sampe 6 jutaan, tapi di respatindo biayanya Cuma 3,5 juta! Dan mereka juga menyediakan jasa jemput barang. Biaya jemput barang ke depok pun murah. Cuma 10 ribu rupiah. Oke. INI PENIPUAN BUKAN SIH??kok biaya jemput barangnya murah banget? Yaiyalah murah. Jangan-jangan begitu dijemput, laptopnya di jual lagi! OH NO.

Dengan hati yang masih ragu, gw memutuskan untuk mengantarkan paket ke kantor Respatindo di daerah duren tiga. Hati gw baru lega setelah masuk ke kantor mereka dan ngeliat satu paket box besar (*paket gw nggak ada apa-apa nya lah pokoknya*) klinik kecantikan erha. Ternyata walaupun kantor respatindo nggak sebesar kantor resmi ekspedisi JNE, mereka punya client yang nggak main-main reputasinya di bidang kecantikan. Oke, jadi ini fix bukan tipu menipu.

Di respatindo gw dilayani oleh mbak Dian dan mas Ade. Mas Ade bahkan membantu gw mengangkat paket dari mobil ke dalem kantor. Makasih ya Mas Ade JPaket ditimbang langsung di depan kita menggunakan timbangan manual, dan berat paket sama dengan berat saat gw timbang di rumah. Volume box paket (panjang x lebar x tinggi) juga diukur dan dihitung . Nah, apabila volume box lebih besar daripada berat paket, maka yang dibayar adalah volume box nya. Istilah gampangnya adalah paket ini lebih berat atau justru lebih makan tempat?  Mas Ade juga menawarkan biaya asuransi barang, setelah sebelumnya bertanya “kalo boleh tau,harga keseluruhan paket ini berapa mbak?”

Gw pengen banget jawab “Asal kamu tau mas, nilai paket ini priceless.Gak tergantikan dengan apapun!”  

Tapi akhirnya gw jawab dengan taksiran harga gw. Respatindo punya hitung-hitungan sendiri untuk biaya asuransi, yang pasti bila barang hilang, mereka akan mengganti sesuai dengan harga taksir. Biaya pengiriman menggunakan kurs dolar amerika lalu di convert ke rupiah.

Setelah hitung-menghitung selesai dan diperoleh  biaya yang harus dibayar, ternyata uang di dompet nggak cukup, karena Respatindo nggak menyediakan mesin debit, yaudah dengan sangat terpaksa gw harus nyari ATM. ATM terdekat terletak di minimarket pinggir jalan yang untuk parkir mobil aja susah, lagi-lagi mas Ade berbaik hati menawarkan tumpangan motor ke ATM. Makasih lagi ya mas Ade :) 


Resi pengiriman 

Urusan pembayaran selesai, its time for me to say goodbye to the package.
"rasanya aku ingin sekali ikut dipaketkan ke dubai ooohh sayang..." dengan berat hati kita berpisah..

Nggak sampe 20 menit perjalanan pulang, Mas  Ade sms minta dirinci lagi barang-barang yang ada di dalem paket beserta harganya satu per satu. PR banget deh mesti ngerinci harga baju pribadi.

Over all, Respatindo kasih pelayanan yang ramah dan memuaskan banget buat pelanggannya. Nggak kalah deh sama ekspedisi antar kota yang udah terkenal itu. Dan yang paling penting, Respatindo kasih harga lebih murah dibanding cargo-cargo ternama internasional lain. 

29 October 2014

Bila

Bila telah tiba waktuku untuk pergi..
Jangan menangis tersedu karena kehilanganku...
Menangislah karna begitu banyak dosa yang belum kutebus..

09 October 2014

Someday..

Karena kerjaan udah selesai dan nggak tau mau ngapain lg,jadilah gw blogwalking baca cerpen,artikel traveling, dll.. Lalu, secara tidak sengaja gw nyasar di satu blog milik perempuan hitam manis yg menceritakan tentang  detik-detik ia dilamar oleh pacarnya. 

Perkenalkan, pasangan dalam cerita itu bernama Rahne dan Yoga.

Proses lamaran mereka simple banget, Rahne yang baru pulang dari jalan-jalan ke luar negeri, dijemput pacarnya di bandara, dan begitu sampai di rumah *(kamar Rahne tepatnya) Rahne menemukan banyak balon dikamar. Rahne terharu,karena mengira bahwa balon-balon itu merupakan cara Yoga menyambutnya pulang. Sampai Yoga berlutut dan meminta rahne menjadi istrinya,ia baru tersadar ada sebuah cincin emas putih menyembul diantara hiasan di atas meja.
Apa yang Rahne lakukan begitu mendengar Yoga melamarnya?

Menangis sesunggukan..

Gw yg baca ceritanya juga terharu. 

Paling nggak suka sebenernya gw baca atau liat video proposal gini. Thats why gw selalu bilang sama sepupu gw,dewi *yang kalau waktu luang selalu nonton video proposal di yutup, supaya nggak kebanyakan nonton video kayak gini.

"You are 28 and single,kenapa sih kok suka banget nyiksa bathin dengan nonton video kayak gitu?" Tanya gw ke dewi suatu malam saat gw mergokin matanya berkaca-kaca ketika nonton video proposal.

Said im skeptical or whatever i didnt mind. Saat itu, gw memang skeptis kok sama semua hal yang berhubungan dengan pernikahan.

Tapi tidak dengan hari ini. Hari ini gw menangis setelah baca cerita lamaran pasangan Rahne dan Yoga. I realize i wanna have that kind of moment. Deep down,gw sangat ingin dan sangat yakin bahwa suatu saat nanti,pria yang gw sayang, *my if-you-jump-i'll-jump man*, akan membuat kejutan yang dipikirkan dengan sangat matang hanya untuk gw, pria itu somehow akan peduli setan dengan harga diri kelaki-lakian nya lalu berlutut meminta gw jadi istrinya.

Dan saat itu pasti gw pun akan menangis sesunggukan..

Menangis karena bahagia,bahwa gw dan dia akhirnya telah sampai di titik ini, membawa air mata dan tawa.

Bahagia karena gw yakin dia akan membimbing gw dengan kesabaran yang dia punya,bahkan dengan kesabaran yang dia nggak pernah punya sebelumnya. Memeluk gw ketika gw marah, and kiss me goodnight even if we have a fight.

Mungkin juga bahagia karena membayangkan suatu sore saat gw lelah dengan semua pekerjaan rumah,dia  memasak untuk gw.

There..

Akhirnya gw mengerti kegilaan Dewi terhadap video proposal di youtube, dan air mata yang diseka secara diam-diam saat ia menonton video itu.

Dewi memilih untuk berharap dan terus percaya..

Gw pun berharap gw selalu begitu..

Question is : will you be that man someday?

16 August 2014

Skripsi day-4

Setelah gw mengingat kembali apa yang dosbing gw bilang tentang KTA gw, kok gw merasa ada yang aneh ya????

"Saya mau liat daftar isi KTA kamu ini dari bab 1 sampai bab 4."

PADAHAL SKRIPSI KU BARU BAB SATU LOH INI BUUUKK

Skripsi day-3


Truth is today i got a really bad assessment about my thesis adviser.
She know nothing about fondant (my subject of thesis) asked me bout what rolled fondant is, and said "oohh you dont go too deep on that subject,u only write for Diploma."
I gave her my -what-did-u-just-said- face and answered "how shallow should i write, so its not too deep for u?"
and She cant answered it
odd.
Like 90 percent odd..
Now its nearly 3 am, im wide awake and confuse. Should i drag myself to sit in front of my laptop and dive into my rolled fondant world,or should i just sleep?
You know its rainy outside.
and the only algebra i memories well is Rain PLUS Pillow & Warm Blanket EQUAL Perfect sleep
But how could i sleep well in a warm blanket and forgetting about my thesis?
Geez
This whole thesis thing is driving me crazy..
Okay im signing up
Pardon my english
And my grammar *(remind yourself that this is not an english test, so u dont have any obligation to correct my grammar)
Nitey nite bloglova!

13 August 2014

Skripsi



"Haloo selamat siang dengan Elsya Sagita?"
"Yaa saya sendiri. Dengan siapa saya berbicara?"
"Ini Arifin sa. Dari kampus BW"
Hadehh ini kalo bukan masalah bayaran pasti masalah skripsi nih.
"Yaa mas Arifin ada apa?"
"Elsya.. Skripsi terakhir tanggal 25 besok yaa dikumpulkan"
JEGER
"Bisa kan tanggal 25?Bisa lah yaa kamu kan udah terbiasa ngerjain skripsi"
Mas,manusia lain pun sudah terbiasa poo poop tiap hari,namun ada kalanya mereka menemukan kesusahan.
"Gimana ya mas.saya baru bab 1 nih."
Lalu seolah skripsi bisa diselesaikan sehari semalam kayak bangun candi jaman dulu kala,mas Arifin pun berusaha memberi kata semangat
"Bisa lah Sa.Tanggal 25 yah.. DITUNGGU LHO.Selamat siang Elsya."
Klik.Telepon ditutup
Rasanya untuk 2 minggu kedepan gw pengen pura-pura jadi batu aja. Gimana caranya coba nyelesaiin skripsi dalam waktu 2minggu?
Well,ini memang nggak se serius skripsi jaman sarjana dulu karena kali ini gw belajar di bidang perhotelan yang skripsinya berupa laporan tugas akhir selama 6 bulan kita praktek kerja lapangan,jadi nggak perlu riset mendalam kayak skripsi sarjana dulu.
Tapi tetep ajaaaaaa.....gimana caranya nyelesaiin skripsi 3 bab dalam 14 hari???
Akhirnya gw bikin time table.Satu bab harus bisa diselesaikan dalam 4 hari. Therefor, skripsi gw selesai dlm 12 hari.Sisa 2 hari lg untuk hal-hal yang terjadi diluar rencana..
Mulai hari ini gw berdoa semoga gw akan baik-baik saja selama 2 minggu ke depan..



Oiya dlm tulisan kali ini gw mau bikin tulisan untuk gw sendiri di 2 minggu yang akan datang.supaya makin greget gituuu tgl 25 nanti.* doesnt sounds weird.does it?
"Hallooo Elsya..kok kamu makin cantik sihh..? Pasti perawatannya mahal yah?
Ehm..oke back to topic
Hari ini tepat 2 minggu deadline skripsi kamu.how do u feel?lega kan?setelah dua minggu begadang di depan komputer akhirnya hari ini kamu bisa tidur nyenyak. Well, gak nyenyak2 banget sih karena beberapa hari ke depan kamu pasti bakal sibuk prepare bahan kue dan fondant untuk presentasi sidang..belum lagi orderan cake chuggington 3D di tanggal 29.
u've done a great job for the past 2 weeks and you must be proud of it. Enggak ada yang gak mustahil kan kalo dikerjakan dengan sungguh-sungguh?
Congratulation Elsya!
Love,
Elsya di 2minggu yang lalu

04 August 2014

Hotel yang aneh

Hotel berhantu, kurang air atau hotel dengan resepsionis yang cuma paham bahasa planet, mungkin udah biasa gue datangi. Tapi, setiap gue tanya sama diri sendiri (*maklum nggak pernah ada yang nanyain sih) "Hotel mana yang paling aneh yang pernah gue inapi" cuma nama hotel ini yang gue ingat: The Grey Boutique Inn hotel, Legian.

Gue menginap di hotel ini ketika gue liburan ke Bali sama sepupu gue, Dewi. Hotel ini udah di book oleh Dewi lewat booking.com dua minggu sebelum kita tiba di Bali. Kenapa nggak nyari penginapan on the spot di Bali? Karena Dewi bawa banyak banget tas besar dalam rangka pulang kampung ke Indonesia, selain itu penerbangan gue dan Dewi pun dari bandara yang beda. Dewi berangkat dari Melbourne sedangkan gue dari Jakarta. Dewi diperkirakan sampai di Bali jam 12 siang, sedangkan gue baru bisa sampai di Bali jam 6 sore. 

Sekilas nggak ada yang aneh sama hotel ini. Front desk nya rapi, ruang tunggu tamu nyaman, hotel staff nya pun ramah. Gue dan Dewi sempet cipika-cipiki dan ngobrol sebentar di ruang tunggu tamu, sampai akhirnya kita ke kamar untuk naro barang bawaan. 

Teras hotel
Loby Hotel
Biasanya saat buka pintu kamar hotel, hal yang paling pertama kita liat pasti kasur hotel yang empuk beserta sprei nya yang udah kebayang harumnya. Di Grey Boutique inn, hal pertama yang gw liat saat gw buka pintu kamar adalah WC/toilet/jamban/ apapun -itu- namanya. Gw shock.

denah kamar mandi setelah pintu masuk

Ruang Shower dan toilet difoto secara terpisah
Saat itu gw masih coba berpikir positif, mungkin tadi gw masuk lewat pintu belakang yaa.. Dan setelah 5 menit memeriksa ruangan kamar, gw gak menemukan pintu masuk lain selain pintu tadi. Pintu yang ada di kamar ini sudah sangat jelas hanya ada dua: Pintu masuk dan pintu balkon.
Kanan:Pintu depan Kamar. Kiri:Teras kamar

Oke, mungkin saat pertama kali ngeliat desain kamar hotel ini, gw menganggap kamar ini unik, seru dan karakter desain nya sama seperti arti nama hotel ini dalam bahasa Indonesia : abu-abu. Tapi keunikan hotel ini sirna saat gw pulang ke hotel habis beli sarapan di luar dan mau masuk kamar, sedangkan Dewi  baru mulai melaksanakan hajat manusiawi nya a.ka. taking shit. Walhasil gw harus nunggu di luar kamar kira-kira 15 menit sampai Dewi menuntaskan hajatnya. Dari kejadian ini, kita sepakat untuk tidak keluar kamar sebelum penghuni kamar menuntaskan hajat masing-masing. Kasian nunggu di depan kelamaan, kayak tamu nggak diundang. 

Hal aneh lain yang ada di kamar mandi ini adalah kehadiran properti tangga bambu di samping wc. Kenapa pula harus ada tangga bambu di wc?? buat nyodokin WC mampet? sebagai alat pelampiasan seksual? buat nyolong mangga? Buat bunuh diri? Buat apa mas?? Jawab mz buat apa???!!

Tadinya gw berpikir mungkin bangunan ini masih perlu perbaikan, jadi untuk jaga-jaga, staff hotel naro tangga di kamar mandi supaya gampang kalo mau ganti lampu kamar, ganti genteng bocor dan lain-lain. Ternyata oh ternyata tak lain dan tak bukan tangga ini didayagunakan sebagai tempat gantung handuk bersih dan baju kotor. Selain itu, gw kesulitan menemukan fungsi lain dari kehadiran tangga bambu ini di kamar mandi. well done your think broh designer. very well done.

Kamar mandi dan kamar tidur ruangan ini dipisahkan oleh sebuah headboard dari batu marmer atau mungkin granit yang juga dapat difungsikan sebagai lemari pakaian.  Mungkin broh desainer terbayang kehidupan jaman batu, dan menjadikannya inspirasi desain kamar hotel ini. Yang jelas, mau dirapihin kayak gimanapun baju-baju bersih kita di lemari ini, akan keliahatan selalu berantakan. Jadi ya mending nggak usah dirapihin. :p
Lemari batu
Properti lain yang nggak kalah uniknya di hotel ini adalah tempat sampah, dan tas untuk membawa barang-barang tamu yang kesemuanya terbuat dari koran. Koran ini di daur ulang sedemikian rupa, hingga menyerupai tas jinjing dan tempat sampah.

Kiri: Tas sampah di toilet. Kanan:Tas yang masih belum jelas fungsinya.
*tidak untuk dibawa pulang
Keanehan terakhir yang gw saksikan di hotel ini adalah nomer kamar. Setelah dua hari menginap di sini, gw baru nyadar bahwa gw nggak pernah tahu nomer kamar gw. Saat gw minta tolong resepsionis  untuk order taksi, dan mas resepsionis bertanya "Kamar nomer berapa mbak?" gw yang ketika itu berlari secepat kilat ke pintu depan, menyadari bahwa nomer kamar di hotel ini tidak ada di pintu nya. 

"Mas, sepertinya kamar saya nggak ada nomernya deh,saya nginap di lantai dua."

Lalu dengan manis mas resepsionis menjawab "Nomor kamar bisa dilihat di depan pintu kamar, di besi pembatasnya mbak."

Gw menemukan nomor kamar gw di besi pembatas gedung di depan pintu kamar. Sebagian kecil besi pembatas itu dibentuk menjadi angka untuk menunjukkan nomor kamar. Padahal sebenarnya fungsi besi untuk membatasi tamu kamar supaya nggak jatuh ke lantai dasar saat masuk ke dalam kamar. 

Pintu depan kamar dan ukiran nomor kamar di lantai 2

nomor kamar lantai dasar terletak di teras depan
aside from its uniqueness, or said it out of the box, hotel ini cozy dan comfy banget. Menginap di hotel ini untuk beristirahat atau keperluan bisnis pasti nggak akan kecewa. Hotel ini lokasinya enggak di pinggir jalan raya, jadi kita nggak akan terganggu dengan suara mobil lalu lalang ketika kita tidur. Dan hal yang paling penting, hotel ini jauh dari hingar-bingar pantai kuta. Selama menginap di sini gw nggak pernah denger ada bule mabok yang rusuh teriak-teriak di lorong kamar. Pelayanan hotel ini layak banget diacungi jempol, staff hotel nya selalu sigap dan ramah 24 jam membantu dan memberi informasi kepada para tamu hotelnya. Pemandangan kamar di setiap hotel ini langsung mengarah ke kolam renang yang biru dan jernih.
Kiri: bedroom . Kanan:kolam renang dan kamar hotel. 
Untuk para perempuan karir, hotel ini mungkin bisa dipertimbangkan karena management menyediakan hair dryer sebagai fasilitas tambahan. Jarang kan ada budget hotel yang nyediain hair dryer cyinn..?? 
Hair dryer di kamar
Menginap di The Grey Boutique inn membawa pengalaman tersendiri untuk Dewi dan gw, walaupun kita menertawai setiap sudut hotel ini, tapi hotel ini pula yang selalu jadi bahan pembicaraan gw dan Dewi setiap kita membahas liburan kita kemarin.

The Grey Inn Boutique Hotel

Alamat: Jalan Dewi Sri, The Grand Kuta Residende Lane No. 8X, 80361 Legian
Room rate:mulai dari IDR 328.000

Minus
- Jauh dari pantai
- Susah cari makanan murah.

Plus
- Nyaman untuk istirahat
- staff ramah
- Fasilitas berfungsi dengan baik

Kemungkinan menginap kembali: Ya bila dalam perjalanan bisnis. Tidak bila dalam rangka backpacking trip.

Foto diambil dari: Agoda, Booking.com dan dari sini